Header Ads

Ad Home

Panglima: Jika Ada Anggota TNI Berpolitik Praktis, Laporkan ke Saya



Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta seluruh jajaran kepolisian untuk melihat betul kerja-kerja anggota TNI di seluruh Indonesia. Ketika ditemukan ada yang ikut politik Gatot meminta publik untuk segera melaporkan.

Hal ini disampaikan Gatot ketika memberikan pidato di hadapan anggota TNI dan Polri yang terlibat dalam operasi pembebasan sandera di Tembagapura hari ini.

"Kalau ada prajurit saya entah itu Pangdam, Danrem, Dandim, Kasie, Babinsa, prajurit yang melakukan politik praktis boleh menegur langsung dengan cara yang sopan," kata Gatot di Sport Hall, Tembagapura, Papua, Minggu (19/11).

Gatot menegaskan hal ini karena tahun depan akan memasuki tahun politik. Tapi, ketika ditegur tetap saja prajurit itu melakukan politik praktis, masyarakat atau polisi bisa melapor ke pimpinan yang bersangkutan.

"Atau laporkan kepada saya," ujar mantan KSAD itu.



Gatot menjelaskan, peran TNI-Polri saat pemilu sangat strategis. Pemilu biasanya membuat masyarakat terbelah sesuai dengan jumlah calon yang sedang bertarung. Ketika terjadi konflik, peran TNI-Polri yang netral akan sangat memudahkan upaya meredam konflik.

"Dalam kondisi ini apabila terjadi pertikaian harus ada institusi sebagai penengah. Institusi ini harus benar-benar diketahui oleh para pihak yang sedang berlomba ini netral. Kalau tidak netral mau enggak, ah paling dia berpihak ke sana. Kalau netral mau," jelas mantan Pangkostrad itu.

Dalam sebuah konflik di Indonesia, kata Gatot, aksi saling membunuh itu merupakan hal biasa. Kondisi ini terjadi karena masyarakat Indonesia pada dasarnya merupakan patriot. Karena itu pula, hukuman untuk pembuhuh juga berat.

Di situlah peran TNI-Polri meredam konflik agar tidak berlangsung berkepanjangan. Terlebih, malah menimbulkan korban jiwa.
"Jangan ragu-ragu lihat anak buah saya, politik praktis laporkan. Saya titip saya minta tolong itu," ucap Gatot.

(kumparan.com)

Diberdayakan oleh Blogger.